Jabodetabek
0811328028
mail@aqeqah.com

Kisah Sarah, Istri Nabi Ibrahim

Layanan Aqiqah Terbaik Keluarga Indonesia

Created with Sketch.

Kisah Sarah, Istri Nabi Ibrahim

Awalnya Ibrahim tinggal di negeri Babilonia. Dari lamanya dia berdakwah di Babilonia, hanya 2 orang yang beriman. Yaitu saudara sepupunya Sarah dan keponakannya Luth, yang selanjutnya menjadi nabi. Lalu Ibrahim pindah ke negeri Syam dan menikah dengan Sarah. Saat itu Ibrahim belum menikah dengan Hajar. Hajar adalah istri yang di hadiahkan Sarah kepada Ibrahim.

Ibrahim lebih banyak di Syam (Palestina). Namun Ibrahim pernah berkunjung hanya 3 kali untuk menemui Ismail anaknya di Mekkah. Satu kali saat menyampaikan mimpinya untuk menyembelih Ismail, 2 kali saat ia berkunjung dan bertemu dengan istri Ismail (yang pertama pada akhirnya disuruh ceraikan, yang kedua disuruh pertahankan).

Ibrahim adalah pamannya nabi Luth AS. Luth tinggal di Yordania.

Ibrahim sangat mencintai Sarah. Kecintaan Ibrahim kepada Sarah karena :
1. Karena agamanya
2. Karena masih kerabatnya (sepupunya)
3. Karena Sarah adalah wanita yang sangat cantik. Setelah Hawa, tidak ada wanita yang cantiknya melebihi Sarah.
Maka, tampannya nabi Yusuf itu adalah dari nasabnya Sarah.
Sarah+Ibrahim –> Ishaq –> Yakub –> Yusuf.

*jangan berputus asa dari Rahmat Allah. Allah pasti mengabulkan, asal kita berbaik sangka kepada Allah.
jangan menjadi orang peminta-minta kepada manusia, tetap Zuhud. Saat kamu sudah dicintai Allah dan manusia, tanpa engkau minta, kau akan diberi.*

*Ibrahim tidak pernah berburuk sangka kepada orang lain, dan ia pun terus berbaik sangka kepada Allah, dan pada akhirnya diberi 2 anak yaitu Ismail dan Ishaq di usia senjanya*

Sekilas tentang cemburu
Hadist :
Kecemburuan ada yang dicintai Allah,dan ada juga yang dibenci Allah.
Kecemburuan yang disukai Allah adalah kecemburuan kepada seseorang saat ia berada di tempat yang salah/posisi dosa (ribath).
Kecemburuan yang dibenci Allah adalah kecemburuan tidak pada posisi dosa. Misalnya cemburu berlebihan seorang istri kepada istri yang lain.

Kecemburuan kalau tidak ada di posisi yang tepat, maka akan merusak.

*HR. Abu Daud : dari Aisyah RA :
“Wanita itu kalau cemburu ia tidak bisa melihat mana atasnya lembah, mana bawahnya lembah”

Cemburunya Sarah kepada Hajar
Kecemburuan puncak Sarah kepada Hajar adalah saat Hajar memiliki anak. Bahkan saking cemburunya Sarah ingin memotong sebagian tubuhnya Hajar, bahkan sampai bersumpah atas nama Allah. Namun akhirnya kecemburuannya mereda. Namun karena sudah bersumpah atas nama Allah, untuk memenuhinya Ibrahim menyuruh Sarah melubangi saja telinga Hajar. Dan dari telinga yang berlubang itu Hajar adalah wanita pertama yang memakai anting. Dengan berhias demikian Hajar semakin cantik, dan semakin cemburu lah Sarah.

Untuk mengatasi kecemburuan Sarah kepada Hajar, Nabi Ibrahim memisahkan Hajar hingga 1000 km lebih. Yang satu di negeri Syam, yang satu di Mekkah.
——

Pada Kajian ini dibahas dua surat. Yaitu surat Hud 69-73, dan surat Ad Dzariyat :
Qs. Hud : 24-30. Seluruhnya berkisah tentang kisah Sarah dan Ibrahim.

Qs. Hud : 69

وَلَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُنَا إِبْرَاهِيمَ بِالْبُشْرَىٰ قَالُوا سَلَامًا ۖ قَالَ سَلَامٌ ۖ فَمَا لَبِثَ أَنْ جَاءَ بِعِجْلٍ حَنِيذٍ

Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada lbrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan: “Selamat”. Ibrahim menjawab: “Selamatlah,” maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang.

Qs. Ad Dzariyat : 24

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ الْمُكْرَمِينَ

Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan?

Penjelasan
Pada Hud ayat 69, menceritakan datangnya malaikat membawa kabar gembira tentang hadirnya anak saat Ibrahim sedang di Palestina.

Malaikat yang datang kepada Ibrahim : Jibril, Mikail dan Isrofil.
Malaikat mengucapkan salam : “salaaman
Dan Ibrahim menjawab : “salaamun

Dari ayat ini menunjukkan bahwa dari mulai Nabi Ibrahim diajarkan untuk menjawab salam di manapun. Jawablah salam dengan jawaban yang lebih baik, atau jawaban yang setara.

Kejadiannya Ibrahim saat itu tidak mengenal tamunya. Namun Ibrahim tetap menjawab salam dengan salam yang lebih baik. (Penjelasan bahwa Ibrahim tidak mengenal tamunya ada di Ad Dzariyat :25)

Fama labitsa : tidak lama setelah itu..
Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi panggang.

–> artinya saat kita kedatangan tamu, harus segera menjamu tamu. Adab menjamu tamu dengan suguhan terbaik adalah sebagian dari iman.

Ad Dzariyat ayat 25

إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلَامًا ۖ قَالَ سَلَامٌ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ

(Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: “Salaamun”. Ibrahim menjawab: “Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal”.

Surat An Nuur : 61

لَيْسَ عَلَى الْأَعْمَىٰ حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْأَعْرَجِ حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْمَرِيضِ حَرَجٌ وَلَا عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَنْ تَأْكُلُوا مِنْ بُيُوتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ آبَائِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أُمَّهَاتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ إِخْوَانِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَخَوَاتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَعْمَامِكُمْ أَوْ بُيُوتِ عَمَّاتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَخْوَالِكُمْ أَوْ بُيُوتِ خَالَاتِكُمْ أَوْ مَا مَلَكْتُمْ مَفَاتِحَهُ أَوْ صَدِيقِكُمْ ۚ لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَأْكُلُوا جَمِيعًا أَوْ أَشْتَاتًا ۚ فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu sendiri, makan (bersama-sama mereka) dirumah kamu sendiri atau dirumah bapak-bapakmu, dirumah ibu-ibumu, dirumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudaramu yang perempuan, dirumah saudara bapakmu yang laki-laki, dirumah saudara bapakmu yang perempuan, dirumah saudara ibumu yang laki-laki, dirumah saudara ibumu yang perempuan, dirumah yang kamu miliki kuncinya atau dirumah kawan-kawanmu. Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendirian. Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatnya(Nya) bagimu, agar kamu memahaminya.

–> jadi, di ayat ini ada kata Shodiiqikum –> artinya teman, namun 1 orang. Maksudnya walau teman yang datang banyak, namun tetap perlakukan dengan Yang sama. Mau datang satu orang atau banyak, namun berilah perlakuan yang sama (memuliakan).

–> Ibrahim langsung menyuguhkan makanan artinya sebuah bentuk contoh memuliakan tamu, dan sebuah kehormatan lebih yang diberikan kepada tamu, saat tuan rumah langsung yang menyuguhkan.

Ad Dzariyat : 26

فَرَاغَ إِلَىٰ أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِينٍ

Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk.

–> jadi di ayat ini di jelaskan bahwa Ibrahim hanya sebentar meninggalkan tamu, lalu memberi isyarat kepada istrinya (Sarah) lalu Sarah dengan cekatan memasak (memanggang), lalu Ibrahim yang menyuguhkan ke depan seekor anak sapi yang gemuk.

–> disinilah ditunjukkan bahwa keluarga Ibrahim adalah keluarga yang baik dan dermawan.

–> cara memanggang yang paling baik adalah di atas batu yang membara. Disinilah berarti Sarah sangat mahir memasak. Mengajarkan bahwa dapur adalah mulia untuk wanita.

Ad Dzariyat : 27

فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ

Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim lalu berkata: “Silahkan anda makan”.

–> jadi adab menerima tamu, makanan didekatkan ke tamu, agar tamu tidak sungkan.

–> lalu Ibrahim makan duluan, dengan harapan tamunya mengikuti.

Hud : 70

فَلَمَّا رَأَىٰ أَيْدِيَهُمْ لَا تَصِلُ إِلَيْهِ نَكِرَهُمْ وَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً ۚ قَالُوا لَا تَخَفْ إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَىٰ قَوْمِ لُوطٍ

Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: “Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-ma]aikat) yang diutus kepada kaum Luth”.

Ad Dzariyat : 28

فَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً ۖ قَالُوا لَا تَخَفْ ۖ وَبَشَّرُوهُ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ

(Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata: “Janganlah kamu takut”, dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak).

–> tapi ternyata tamunya tidak menyentuh suguhannya. Ibrahim menjadi khawatir. Lalu tamunya berkata, janganlah takut, bahwa kami (malaikat) diutus kepada kaum Luth (pada surat Hud), dan memberi kabar gembira bahwa Ibrahim akan mendapat anak yang alim (berilmu).

Hud : 71

وَامْرَأَتُهُ قَائِمَةٌ فَضَحِكَتْ فَبَشَّرْنَاهَا بِإِسْحَاقَ وَمِنْ وَرَاءِ إِسْحَاقَ يَعْقُوبَ

Dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya’qub.

–> Sarah berdiri maksudnya siap melayani tamu suaminya. Ia bersiap siaga perintah apa berikutnya untuk menjamu tamu suaminya. Jadi saat suaminya memuliakan tamu, Sarah juga memuliakan tamunya.

–> Sarah tersenyum ada beberapa makna berdasarkan beberapa ulama :
1. Senyum senang karena dapat kabar gembira tentang kedatangan seorang anak.
2. Sarah senyum karena makanan sudah dimasak segera ternyata tidak jadi dimakan
3. Sarah tersenyum karena mendengar para malaikat itu akan diutus kepada kaum nabi Luth yang menyimpang.

Tentang kabar gembira anak ini ada di surat Ash Shaffat 101. Kalau yang ini tentang kelahiran Ismail (sebelumnya):

فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ

Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.

Kalau kabar kelahiran Ishaq “bighulaamin ‘aliim”.
Kalau kabar kelahiran Ismail ” bighulaamin haliim”.

Aliim : pintar dan cerdas
Haliim : anak yang amat sabar

Artinya tiap anak berbeda-beda. Makanya anak keturunan Ishaq itu dikaruniai kecerdasan yang tinggi (Bani Israil), dan Nabi Ismail pun sudah menerima banyak ujian dari kecil (mulai dari ditinggalkan di Padang pasir tandus, perintah akan disembelih) hingga keturunannya pun terus dikaruniai kesabaran (Muhammad).

–> kabar gembira di surat Ad Dzariyat : 28 diuntukkan kepada Ibrahim. Yang Hud : 71 untuk Sarah. Artinya kabar gembira ini untuk keduanya (Ibrahim dan Sarah).

–> di Adz Dzariyat 28 ini ada 2 kabar gembira, bahwa anaknya nanti (Ishaq) akan mempunyai anak lagi (Yakub). Artinya kita harus senang juga dengan kelahiran anak dan kelahiran cucu.

Hud : 72

قَالَتْ يَا وَيْلَتَىٰ أَأَلِدُ وَأَنَا عَجُوزٌ وَهَٰذَا بَعْلِي شَيْخًا ۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيْءٌ عَجِيبٌ

Isterinya berkata: “Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh”.

Adz Dzariyat : 29

فَأَقْبَلَتِ امْرَأَتُهُ فِي صَرَّةٍ فَصَكَّتْ وَجْهَهَا وَقَالَتْ عَجُوزٌ عَقِيمٌ

Kemudian isterinya datang memekik lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata: “(Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul”.

–> di 2 ayat ini merupakan jawaban Sarah. Ia keheranan, bagaimana mungkin ia punya anak, karena ada 3 hal yang menyebabkan ia tak bisa punya anak :
1. Ia sudah tua
2. Suaminya juga sudah tua
3. Ia adalah orang yang mandul

Lalu dijawab langsung oleh para malaikat

Hud : 73

قَالُوا أَتَعْجَبِينَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۖ رَحْمَتُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ ۚ إِنَّهُ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Para malaikat itu berkata: “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah”.

–> apa kamu heran dengan urusan Allah?
Kalau kamu urusannya dengan manusia mungkin iya, karena tua dan mandul jadi tidak dapat keturunan. Namun kalau Allah sudah berkehendak, tak ada yang tak mungkin.

Wallahu’alam bishshowwab

Oleh Ust. Budi Ashari, Lc
Sumber tulisan : https://bundafaizfathilabib.wordpress.com/2016/06/15/kisah-wanita-dalam-alquran-sarah-istri-ibrahim-as/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *